, ,

Alasan Wali Kota Andrei Angouw Tak Izinkan Bajaj Beroperasi di Manado

oleh -402 Dilihat

Ruang Manado – Wali Kota Manado, Andrei Angouw, menegaskan tidak akan mengizinkan bajaj beroperasi sebagai moda transportasi umum di Kota Manado. Kebijakan tersebut diambil bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan pertimbangan keselamatan, tata kota, hingga arah pengembangan transportasi perkotaan yang berkelanjutan.

Pernyataan itu disampaikan Andrei Angouw merespons wacana masuknya kembali kendaraan roda tiga bermesin tersebut ke Manado.

Pertimbangan Keselamatan Pengguna Jalan

Salah satu alasan utama pelarangan bajaj adalah faktor keselamatan. Menurut Andrei Angouw, karakteristik jalan di Manado yang padat dan memiliki banyak tanjakan serta tikungan dinilai kurang cocok untuk kendaraan roda tiga.

Bajaj dianggap memiliki tingkat risiko kecelakaan yang lebih tinggi, baik bagi pengemudi, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya.

Tak Sesuai dengan Konsep Transportasi Modern

Wali Kota Manado menegaskan bahwa pemerintah kota tengah mendorong sistem transportasi yang lebih modern, aman, dan tertib. Kehadiran bajaj dinilai tidak sejalan dengan konsep tersebut.

Pemkot Manado saat ini fokus mengembangkan transportasi publik yang terintegrasi, ramah lingkungan, serta mendukung kelancaran lalu lintas di pusat kota.

Wali Kota
Wali Kota

Baca juga: Mikrolet di Manado Bakal Dijadikan Feeder

Dikhawatirkan Timbulkan Kemacetan

Selain faktor keselamatan, keberadaan bajaj juga dikhawatirkan akan menambah kemacetan. Ukuran kendaraan yang relatif kecil namun pergerakannya lambat dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas, terutama di ruas-ruas jalan utama Manado.

Andrei Angouw menilai, pengalaman di sejumlah kota lain menunjukkan bajaj sering menjadi sumber kemacetan jika tidak diatur secara ketat.

Perlindungan terhadap Transportasi yang Sudah Ada

Pemkot Manado juga mempertimbangkan keberlangsungan moda transportasi yang telah beroperasi, seperti angkutan kota dan transportasi umum lainnya. Masuknya bajaj dikhawatirkan akan memicu persaingan tidak sehat dan menimbulkan persoalan baru di sektor transportasi.

Pemerintah kota ingin memastikan pengemudi angkutan yang sudah ada tetap mendapatkan perlindungan dan kepastian usaha.

Fokus Benahi Angkutan Umum dan Feeder

Sebagai alternatif, Pemkot Manado memilih untuk membenahi angkutan umum yang ada dan mengembangkan sistem feeder untuk mendukung mobilitas warga. Upaya ini dinilai lebih efektif dan berkelanjutan dibanding membuka ruang bagi moda transportasi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi kota.

Penguatan regulasi, peremajaan armada, dan peningkatan pelayanan menjadi fokus utama pemerintah daerah.

Tegas demi Kepentingan Jangka Panjang Kota

Andrei Angouw menegaskan, keputusan tidak mengizinkan bajaj beroperasi merupakan langkah tegas demi kepentingan jangka panjang Kota Manado. Pemerintah kota ingin memastikan pembangunan transportasi berjalan terarah dan selaras dengan visi Manado sebagai kota yang tertib, aman, dan nyaman bagi warganya.

“Kebijakan ini bukan untuk mempersulit, tetapi untuk menjaga keselamatan dan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.