Manado – Menjelang bulan Desember, sejumlah warga di Kota Manado mulai terlihat memasang pohon Natal di rumah maupun di tempat-tempat umum. Tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi simbol menyambut perayaan Natal, tetapi juga wujud sukacita dan persiapan rohani umat Kristiani di ibukota Sulawesi Utara.
Simbol Sukacita Menyambut Natal
Bagi masyarakat Manado yang mayoritas beragama Kristen, pohon Natal bukan sekadar hiasan. Pohon yang dipenuhi lampu warna-warni, pernak-pernik, dan bintang di puncaknya diyakini menjadi simbol pengharapan, damai, dan sukacita dalam menyongsong kelahiran Yesus Kristus.
“Kalau sudah pasang pohon Natal, rasanya suasana sukacita langsung terasa. Anak-anak juga semakin semangat menyambut Natal,” ujar Maria, seorang warga Tikala yang sejak awal September sudah menghias ruang tamunya dengan pohon Natal berukuran besar.
Tradisi Keluarga dan Kebersamaan
Pemasangan pohon Natal di Manado juga lekat dengan nilai kebersamaan. Tidak sedikit keluarga yang menjadikan momen menghias pohon Natal sebagai kegiatan bersama anak-anak, orang tua, bahkan kerabat yang datang berkunjung.
Menurut Yohanis, warga Malalayang, menghias pohon Natal bersama keluarga merupakan tradisi yang selalu ditunggu. “Bukan soal besar atau kecilnya pohon, tapi kebersamaan waktu menghias itu yang berharga,” katanya.
Identitas Kota Religius
Selain di rumah, pohon Natal juga mulai dipasang di pusat perbelanjaan, kantor pemerintahan, hingga gereja-gereja. Hal ini sekaligus mempertegas identitas Kota Manado sebagai salah satu daerah dengan tingkat toleransi tinggi di Indonesia.

Baca juga: Dugaan Korupsi PD Pasar Manado, Wawali Richard Sualang Dipanggil Penyidik Tipikor Polda Sulut
“Setiap tahun, suasana Natal di Manado selalu semarak. Bahkan teman-teman dari agama lain juga ikut membantu menghias pohon atau sekadar berkunjung saat perayaan,” ujar Ketua FKUB Sulawesi Utara, menekankan pentingnya semangat kebersamaan antarumat beragama.
Alasan Lebih Awal
Menariknya, tahun ini banyak warga mulai memasang pohon Natal lebih awal dari biasanya. Beberapa di antaranya beralasan agar nuansa Natal terasa lebih lama. Ada juga yang menyebut, pohon Natal lebih cepat dipasang karena penjual dekorasi sudah ramai sejak akhir Agustus.
“Kalau pasang lebih awal, kita bisa lebih lama menikmati suasana Natal. Apalagi anak-anak sudah menunggu sejak lama,” ungkap Lidia, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Sario.
Harapan Menjelang Perayaan
Dengan mulai dipasangnya pohon Natal, warga Manado berharap perayaan tahun ini berjalan damai, penuh sukacita, dan semakin mempererat tali persaudaraan. Mereka juga menantikan berbagai kegiatan keagamaan dan budaya yang rutin digelar, seperti kunci taon, pawai Natal, dan konser rohani.
“Semoga Natal tahun ini membawa damai dan berkat untuk seluruh warga Manado, tidak hanya untuk umat Kristen, tapi juga bagi semua yang tinggal di kota ini,” tutup Pdt. Steven, seorang gembala jemaat di Manado.





