Ruang Manado – Sejumlah warga Kota Manado mengeluhkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang kerap tutup pada siang hari. Kondisi ini menimbulkan antrean panjang di beberapa SPBU yang tetap beroperasi, bahkan membuat sebagian pengendara terpaksa mencari bahan bakar ke luar kota.
SPBU Mendadak Tutup, Pengendara Resah
Banyak pengendara mengaku kesulitan ketika hendak mengisi bahan bakar pada jam-jam tertentu. Penutupan mendadak SPBU, terutama pada siang hari, dianggap mengganggu aktivitas warga.
“Siang-siang biasanya kita butuh isi BBM karena mau lanjut kerja atau antar anak sekolah. Tapi SPBU sering ditutup tanpa pemberitahuan. Kita bingung harus ke mana lagi,” keluh Yanto, salah seorang pengendara ojek online di Manado, Sabtu (13/9/2025).
Antrean Panjang di SPBU yang Masih Buka
Akibat banyak SPBU tutup, pengendara berbondong-bondong menuju SPBU yang masih buka. Antrean panjang pun tak terhindarkan, bahkan ada yang harus menunggu hingga lebih dari setengah jam untuk bisa mendapatkan giliran mengisi bahan bakar.
“Di SPBU Tikala misalnya, kalau siang antreannya bisa sampai ke jalan raya. Kalau tidak sabar, kita bisa buang waktu banyak hanya untuk isi bensin,” ujar Maria, pengguna kendaraan roda empat.

Baca juga: TKB Manado Jadi Rumah Tunawisma dan Gepeng, Sat Pol PP Langsung Tertibkan
Diduga karena Stok BBM Menipis
Beberapa pihak menduga penutupan SPBU pada siang hari terjadi karena keterbatasan pasokan bahan bakar. Sejumlah operator SPBU mengakui bahwa distribusi dari Pertamina terkadang tidak lancar sehingga stok cepat habis.
“Kami bukan sengaja tutup, tapi memang stok di tangki sudah kosong. Kalau dipaksakan tetap buka, justru bikin keributan karena masyarakat tidak dapat BBM,” kata seorang petugas SPBU di kawasan Malalayang.
Pertamina Diminta Turun Tangan
Menyikapi keluhan warga, sejumlah tokoh masyarakat mendesak Pertamina untuk segera mengevaluasi distribusi bahan bakar di Kota Manado. Mereka menilai kebutuhan masyarakat semakin tinggi, sementara ketersediaan BBM sering kali tidak stabil.
“Pertamina harus memastikan pasokan aman, apalagi Manado ini kota besar. Jangan sampai masyarakat jadi korban karena distribusi tidak lancar,” tegas Ketua Lembaga Konsumen Sulawesi Utara.
Harapan Warga
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Pertamina segera memberikan solusi. Penambahan pasokan, pengawasan distribusi, hingga jadwal operasional SPBU yang jelas dinilai penting agar pengendara tidak lagi kebingungan.
“Kalau memang stok terbatas, sebaiknya ada pemberitahuan resmi. Jadi warga tidak buang waktu mencari-cari SPBU yang buka,” ujar seorang sopir angkot.
Penutup
Penutupan SPBU pada siang hari di Kota Manado telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Warga menunggu langkah konkret dari Pertamina dan pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan bahan bakar, sehingga aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu.
“BBM ini kebutuhan vital. Harus ada solusi cepat agar warga tidak terus-menerus dirugikan,” pungkas seorang warga.





