Ruang Manado – Beberapa waktu terakhir, warga Kota Manado mengeluhkan cuaca panas yang cukup ekstrem, dengan suhu mencapai 34–36 derajat Celsius pada siang hari. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi aktivitas sehari-hari, terutama bagi pekerja lapangan dan anak-anak sekolah.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Dr. Hendra Wijaya, menjelaskan bahwa fenomena cuaca panas yang terjadi di Manado dan sekitarnya bukanlah sesuatu yang aneh, melainkan bagian dari pergerakan atmosfer dan musim kemarau yang normal.
Penyebab Suhu Panas
Menurut BMKG, ada beberapa faktor yang mempengaruhi meningkatnya suhu di Manado:
-
Musim kemarau dan dominasi angin darat – Saat musim kemarau, angin dari daratan Sulawesi Utara membawa udara kering yang meningkatkan suhu di wilayah pesisir.
-
Minimnya awan dan curah hujan rendah – Kondisi langit cerah menyebabkan radiasi matahari lebih mudah menembus atmosfer, sehingga suhu di permukaan meningkat.
-
Pemanasan lokal akibat aktivitas manusia – Peningkatan penggunaan kendaraan bermotor, pembangunan, dan pengurangan ruang hijau di perkotaan turut menambah panas lokal (urban heat island).
“Fenomena ini masih dalam batas normal. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama menghindari paparan matahari langsung terlalu lama,” jelas Hendra, Kamis (17/10).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4405413/original/099918500_1682386518-ultraviolet.jpg)
Baca juga: Daftar Harga Bahan Pokok Pasar Murah yang Digelar Pemkot Manado di Lapangan Sparta Tikala
Dampak terhadap Aktivitas Warga
Sejumlah warga mengaku mengalami gangguan akibat suhu tinggi. Beberapa mengeluhkan dehidrasi ringan, kelelahan, hingga terganggunya konsentrasi saat bekerja atau sekolah.
“Suhu siang hari panas sekali. Kadang sampai kepala terasa pusing dan badan lemas. Kami berharap pemerintah bisa memberikan himbauan dan tips supaya tetap sehat,” ujar Sari Wulandari, warga Manado.
Pedagang kaki lima dan pekerja outdoor menjadi kelompok yang paling merasakan dampak panas ini. Mereka diminta untuk meningkatkan konsumsi air putih, menggunakan pelindung kepala, dan beristirahat saat matahari sedang terik-teriknya.
Tips BMKG untuk Menghadapi Cuaca Panas
BMKG memberikan beberapa langkah pencegahan bagi masyarakat:
-
Perbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.
-
Kenakan pakaian ringan dan berwarna terang agar tubuh lebih nyaman.
-
Hindari aktivitas fisik berat pada pukul 10.00–15.00 WITA.
-
Manfaatkan ruang teduh dan ventilasi alami di rumah atau kantor.
-
Perhatikan anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis, karena kelompok ini lebih rentan terhadap panas ekstrem.
Prediksi Cuaca ke Depan
BMKG memprediksi suhu panas di Manado akan berlangsung hingga akhir Oktober, seiring musim kemarau yang masih berlangsung. Namun, potensi hujan lokal tetap ada, terutama pada sore dan malam hari di beberapa wilayah.
“Masyarakat tetap waspada, tapi tidak perlu panik. Kondisi ini bagian dari siklus cuaca normal di Sulawesi Utara,” kata Hendra.
BMKG juga mengingatkan warga untuk terus mengikuti informasi prakiraan cuaca harian melalui media resmi, aplikasi BMKG, atau media sosial, agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca.
Dengan kesadaran dan langkah pencegahan sederhana, masyarakat diharapkan dapat tetap produktif meski menghadapi panas ekstrem beberapa waktu terakhir.





