Ruang Manado – Warga di sekitar Jalan Tololiu Supit, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, kembali melayangkan keluhan terkait proyek perbaikan drainase yang tak kunjung rampung. Proyek yang sudah berlangsung beberapa bulan itu dinilai mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan karena menimbulkan kemacetan, debu, hingga risiko keselamatan.
Pekerjaan Berlarut, Warga Mulai Resah
Warga menyebut pekerjaan drainase di sepanjang ruas jalan tersebut telah molor dari waktu yang dijanjikan. Sejumlah titik galian dibiarkan terbuka, sementara material proyek menumpuk dan mempersempit akses kendaraan.
“Sudah hampir tiga bulan belum selesai. Jalan makin sempit, debu di mana-mana, dan kalau hujan malah tambah becek,” keluh Budi, warga setempat.
Selain itu, warga khawatir kondisi galian yang tidak ditutup sempurna bisa membahayakan pejalan kaki, terutama pada malam hari ketika pencahayaan minim.
Kemacetan Tak Terhindarkan Setiap Jam Sibuk
Akibat galian yang memakan sebagian badan jalan, arus lalu lintas seringkali tersendat, terutama pada pagi dan sore hari. Pengendara harus berhati-hati melewati jalur sempit sambil menghindari lubang proyek.
Tak sedikit pengemudi yang mengeluhkan waktu tempuh menjadi dua kali lipat dibanding hari-hari normal sebelum proyek dimulai.
“Biasanya dari rumah ke kantor cuma 10 menit. Sekarang bisa 25 menit karena antrean panjang di titik galian,” ungkap seorang pengendara ojek online.

Baca juga: Hari Senin Ini Bus BTS Manado Tidak Beroperasi, Ini Penyebabnya
Kontraktor Alami Kendala Teknis
Pihak kontraktor pelaksana proyek ketika dikonfirmasi mengaku adanya kendala teknis yang membuat pekerjaan meleset dari target. Mulai dari cuaca hujan yang memperlambat pekerjaan, hingga penyesuaian desain teknis di lapangan.
“Kami minta masyarakat bersabar. Kami kejar penyelesaian secepatnya sambil tetap menjaga kualitas konstruksi,” ujar salah satu perwakilan kontraktor.
Meski begitu, warga berharap penanggung jawab proyek tetap berupaya maksimal menghindari molornya pengerjaan lebih lama.
Pemkot Manado Turun Tangan, Janjikan Percepatan
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado turut menanggapi keluhan warga. Mereka menyatakan telah memberikan teguran kepada kontraktor agar mempercepat penyelesaian pekerjaan drainase tersebut.
“Kami sudah meminta percepatan, termasuk penataan kawasan galian agar tidak mengganggu aktivitas warga. Jika perlu, penambahan tenaga atau jam kerja akan dilakukan,” kata Kepala Dinas PUPR Manado.
Selain mempercepat pekerjaan, Pemkot juga akan melakukan pengecekan rutin di lapangan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.
Harapan Warga: Selesai Tepat Waktu dan Tidak Asal Kerja
Warga berharap proyek drainase dapat segera rampung tanpa mengorbankan kualitas. Mereka menilai perbaikan drainase memang penting untuk mengurangi genangan dan banjir, namun pelaksanaannya harus dipastikan tertib dan tidak merugikan masyarakat sekitar.
“Kami cuma ingin ini cepat selesai dan hasilnya bagus. Jangan sampai baru beberapa bulan sudah rusak lagi,” ujar seorang warga lainnya.





