Ruang Manado – Puluhan warga Kelurahan Sumompo, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, melakukan aksi pemblokiran jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, Sabtu (13/9/2025). Mereka menuntut perhatian serius dari Pemerintah Kota Manado terkait dampak lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan oleh aktivitas TPA.
Tuntutan Warga: Bau dan Limbah Mengganggu
Warga mengaku sudah bertahun-tahun hidup dengan bau menyengat dari tumpukan sampah, bahkan sebagian limbah cair merembes ke permukiman. Kondisi ini dinilai tidak lagi bisa ditoleransi karena mengancam kesehatan.
“Setiap hari kami hirup bau busuk, apalagi kalau hujan, air lindi masuk sampai ke rumah. Kami sudah lelah, makanya kami blokir akses ke TPA supaya pemerintah dengar suara kami,” kata Samuel (45), salah satu warga.
Aksi Blokir Jalan Lumpuhkan Aktivitas
Pemblokiran dilakukan dengan menutup jalan menggunakan kayu dan ban bekas. Akibatnya, sejumlah truk sampah tidak bisa masuk ke TPA. Hal ini membuat pengangkutan sampah di beberapa wilayah Kota Manado terganggu sejak pagi.
“Kami sengaja tahan truk sampah, karena kalau tidak begini, pemerintah tidak pernah turun langsung. Kami ingin wali kota datang dan lihat sendiri kondisi kami,” tegas Marlina (38), warga lainnya.

Baca juga: Wawali Manado sampaikan RAPBD-P 2025 dalam paripurna DPRD
Desakan Wali Kota Turun ke Lokasi
Dalam aksinya, warga mendesak agar Wali Kota Manado segera datang meninjau lokasi dan memberikan solusi konkret. Mereka menilai laporan-laporan sebelumnya hanya ditanggapi dengan janji tanpa realisasi.
“Kami sudah sering rapat, sudah sering sampaikan aspirasi. Tapi sampai sekarang tidak ada perbaikan. Jadi kami minta wali kota jangan hanya di kantor, tapi datang ke sini,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Respons Pemerintah Kota
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, Olly Ticoalu, menyampaikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan rencana jangka panjang untuk pengelolaan TPA Sumompo, termasuk perbaikan sistem pengolahan sampah dan penanganan air lindi.
“Kami memahami keluhan warga. Saat ini kami sedang menyusun proyek peningkatan instalasi pengolahan lindi agar tidak mencemari lingkungan. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk solusi jangka panjang,” jelasnya.
Potensi Krisis Sampah
Jika pemblokiran berlanjut, Kota Manado berpotensi mengalami penumpukan sampah di berbagai titik. Beberapa warga justru khawatir kondisi bisa semakin memburuk jika tidak ada dialog antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami dukung aksi warga, tapi juga khawatir sampah di kota makin parah. Harus ada solusi cepat,” kata Yohanes, warga Tuminting lainnya.





