Ruang Manado – Wali Kota Manado, Andrei Angouw, akhirnya angkat bicara terkait aksi pemblokiran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo oleh warga yang menolak aktivitas pembuangan sampah di kawasan tersebut. Aksi pemblokiran ini sempat membuat distribusi sampah di Kota Manado terganggu dan memunculkan kekhawatiran akan menumpuknya sampah di jalanan.
Aksi Warga Blokir Akses TPA
Sejumlah warga di sekitar TPA Sumompo melakukan aksi pemblokiran sebagai bentuk protes terhadap kondisi lingkungan yang mereka nilai semakin memburuk akibat aktivitas pembuangan sampah. Warga menuntut adanya penanganan serius, mulai dari bau menyengat, aliran air lindi yang mencemari lingkungan, hingga masalah kesehatan yang mulai dirasakan masyarakat sekitar.
“Sudah terlalu lama kami hidup dalam kondisi tidak nyaman. Bau menyengat setiap hari, belum lagi risiko penyakit. Kami ingin pemerintah benar-benar memberi solusi,” ujar salah satu perwakilan warga.
Wali Kota Angouw: Pemerintah Cari Solusi
Menanggapi hal ini, Wali Kota Manado Andrei Angouw mengakui bahwa permasalahan sampah memang menjadi tantangan serius bagi Kota Manado. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat.
“Saya memahami keresahan warga di sekitar TPA Sumompo. Pemerintah sedang mencari solusi terbaik agar pengelolaan sampah tidak hanya berpaku pada pembuangan, tetapi juga ada pengolahan yang lebih ramah lingkungan,” tegas Angouw.
Ia menambahkan bahwa dalam jangka pendek, Pemkot Manado tengah menyiapkan alternatif lokasi pembuangan sementara agar sampah kota tidak menumpuk. Sementara dalam jangka panjang, pemerintah sedang mengkaji pembangunan TPA regional berbasis sanitary landfill yang lebih modern.

Baca juga: Warga Sediakan Lahan Buang Sampah Imbas Pemblokiran TPA Sumompo Manado, Ini Lokasinya
Ajak Warga Duduk Bersama
Andrei Angouw juga mengajak warga untuk duduk bersama mencari solusi, bukan hanya menutup akses TPA yang justru dapat menimbulkan masalah baru bagi seluruh warga Kota Manado.
“Kalau TPA ditutup total, sampah akan menumpuk di jalan, pasar, dan perumahan. Dampaknya akan lebih luas. Karena itu, mari kita duduk bersama, warga, pemerintah, dan pihak terkait, untuk merumuskan langkah yang bisa diterima semua pihak,” jelasnya.
Rencana Pengelolaan Sampah Jangka Panjang
Lebih lanjut, Wali Kota memaparkan bahwa Pemkot Manado berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan sampah dengan melibatkan teknologi pengolahan modern, memperkuat peran bank sampah, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam program reduce, reuse, recycle (3R).
“Kami tidak ingin sekadar memindahkan masalah. Perlu ada transformasi dalam cara kita mengelola sampah, termasuk edukasi ke masyarakat agar lebih disiplin memilah sampah sejak dari rumah tangga,” ungkap Angouw.
Harapan ke Depan
Meskipun situasi sempat memanas, pemerintah berharap komunikasi yang terbuka dengan warga bisa menciptakan solusi yang adil. Wali Kota menegaskan bahwa dirinya siap turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi warga.
“Ini masalah bersama. Saya tidak akan lari dari tanggung jawab. Pemkot akan bekerja keras agar persoalan TPA Sumompo mendapat penyelesaian yang menyeluruh,” pungkasnya.





