Pemprov Sulut Gelar Operasi Pasar Lewat Gerakan Pangan Murah: Gula, Telur, Beras, hingga Minyak Goreng Dijual Terjangkau
Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dan daya beli masyarakat. Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), Pemprov Sulut menggelar operasi pasar yang menyasar kebutuhan pokok masyarakat seperti gula, telur, beras, dan minyak goreng.
Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai titik strategis di wilayah Sulawesi Utara, dan menyedot antusiasme warga yang ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam merespons fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi, terutama menjelang momen-momen besar seperti tahun ajaran baru, hari besar keagamaan, dan musim paceklik.
Menjawab Kebutuhan Masyarakat di Tengah Tekanan Ekonomi
Kepala Dinas Pangan Daerah Sulut, melalui pernyataannya, mengungkapkan bahwa operasi pasar ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan untuk menekan inflasi daerah dan menjamin ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok mereka tanpa terbebani harga yang tinggi. Gerakan Pangan Murah ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap rakyat,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, beras medium dijual dengan harga subsidi mulai dari Rp 52.000 per 5 kg, sementara minyak goreng kemasan dibanderol sekitar Rp 14.000 per liter. Harga gula pasir berkisar di angka Rp 13.000 per kilogram, dan telur ayam dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran, yaitu Rp 25.000 per rak (30 butir). Semua produk dipasok langsung oleh pelaku usaha lokal dan Bulog, dengan pengawasan ketat dari pemerintah untuk menjaga kualitas dan kelayakan konsumsi.

Baca juga: Kejari Kotamobagu Beri Waktu 6 Bulan ke Perusahaan untuk Bayar TGR Rp 944 Juta di Setwan DPRD
Distribusi Merata ke Wilayah-Wilayah Prioritas
Pemprov Sulut tidak hanya menyasar kawasan kota besar seperti Manado dan Bitung, tetapi juga memperluas distribusi Gerakan Pangan Murah hingga ke daerah-daerah terpencil yang rawan akses pangan, seperti kepulauan dan dataran tinggi. Ini dilakukan agar manfaat dari operasi pasar ini bisa dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan ini juga melibatkan kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan dari TNI, Polri, instansi vertikal, serta pemerintah kabupaten/kota. Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.
Respons Positif dari Warga
Banyak warga yang mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini. Harga-harga yang terjangkau membuat mereka bisa berhemat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi dan tekanan inflasi global.
“Terima kasih kepada pemerintah. Kami bisa beli beras dan minyak goreng dengan harga murah. Sangat membantu untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar Linda, seorang ibu rumah tangga asal Minahasa Utara yang datang sejak pagi untuk antre.
Komitmen Berkelanjutan
Pemprov Sulut menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Selain menekan harga, operasi pasar ini juga menjadi strategi untuk mencegah penimbunan bahan pokok oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap stabilitas harga pangan di Sulut dapat terus terjaga, serta masyarakat bisa menjalani kehidupan yang lebih sejahtera tanpa kekhawatiran akan lonjakan harga yang tiba-tiba.
Gerakan Pangan Murah bukan sekadar operasi pasar biasa. Ini adalah bagian dari strategi besar untuk menciptakan keadilan sosial dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus langkah konkret menekan laju inflasi dan meningkatkan ketahanan pangan daerah.





