Ruang Manado – Hampir sebulan berlalu pasca bencana longsor yang melanda kawasan Perum Bhayangkara, Kota Manado, kerusakan yang ditimbulkan hingga kini belum juga mendapatkan perbaikan dari pemerintah. Kondisi tersebut membuat warga setempat mengeluh, lantaran akses jalan dan fasilitas umum masih terganggu.
Longsor Hantam Perumahan Padat Penduduk
Bencana longsor yang terjadi akibat hujan deras berjam-jam pada awal Agustus lalu merusak sebagian jalan utama perumahan, drainase, dan beberapa rumah warga di Perum Bhayangkara. Tanah yang labil serta minimnya sistem penahan tebing membuat longsor terjadi cukup besar dan membahayakan warga.
“Tanah dari atas tebing turun semua menutupi jalan. Sampai sekarang belum dibersihkan dan diperbaiki total,” ungkap Rudi, salah seorang warga yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi longsor.
Akses Jalan Terganggu
Kerusakan terparah berada di jalan penghubung utama dalam perumahan yang kini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Material longsor berupa tanah, batu, dan sisa bangunan masih menutupi sebagian jalur. Akibatnya, mobil warga harus parkir jauh dari rumah dan menambah kesulitan aktivitas sehari-hari.
“Kalau ada warga sakit, ambulans tidak bisa masuk. Itu yang paling kami khawatirkan,” ujar Maria, warga lainnya.

Baca juga: Dinas Kominfo Manado Gelar Sosialisasi e-Walidata SIPD RI
Pemerintah Dinilai Lamban
Warga menyesalkan lambannya respons pemerintah kota maupun instansi terkait. Padahal, bencana longsor ini telah dilaporkan sejak hari pertama kejadian. Beberapa kali tim BPBD Manado datang meninjau, namun hingga kini belum ada tindak lanjut berupa perbaikan permanen.
“Kami hanya diberi janji akan segera diperbaiki, tapi faktanya tidak ada progres sampai sekarang,” keluh warga.
Potensi Bahaya Masih Mengintai
Selain mengganggu aktivitas, kondisi tebing yang longsor dinilai masih rawan terjadi longsor susulan. Curah hujan yang masih tinggi membuat warga semakin khawatir bila tidak segera ditangani dengan pembangunan talud penahan atau perbaikan drainase.
“Kalau hujan deras lagi, bukan tidak mungkin longsoran lebih besar bisa menimpa rumah kami,” kata seorang ibu rumah tangga sambil menunjuk dinding rumahnya yang mulai retak.
Warga Minta Perhatian Serius
Masyarakat Perum Bhayangkara mendesak pemerintah kota agar segera turun tangan melakukan perbaikan. Selain untuk memulihkan akses jalan, langkah cepat diperlukan demi keselamatan warga.
“Kami bukan hanya butuh pembersihan material, tapi perbaikan permanen. Harus ada talud dan drainase baru supaya kejadian ini tidak berulang,” tegas perwakilan warga.
Pemerintah Kota Janji Evaluasi
Sementara itu, pihak Pemerintah Kota Manado melalui Dinas PUPR menyatakan akan menindaklanjuti laporan warga dan melakukan evaluasi lapangan. Namun, mereka juga mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam mempercepat proses perbaikan.
“Masalah ini sudah masuk dalam daftar prioritas. Kami akan usahakan agar segera ada langkah darurat, terutama untuk akses jalan,” ujar seorang pejabat PUPR.





