, , ,

Kapal Karam di Teluk Manado Jadi Objek Foto Warga

oleh -392 Dilihat

Ruang Manado — Sebuah kapal nelayan yang karam di kawasan Teluk Manado, Sulawesi Utara, menjadi perhatian warga dan pengguna media sosial. Bangkai kapal yang sebagian masih tampak di permukaan air itu kini justru menjadi objek foto dan video bagi masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.

Kapal berukuran sekitar 12 meter itu dilaporkan karam sejak Senin malam (27/10/2025) akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Berdasarkan keterangan nelayan setempat, kapal tersebut sedang berlabuh tak jauh dari Pantai Megamas Manado saat dihantam gelombang kuat.

“Kapal itu sempat miring beberapa kali sebelum akhirnya tenggelam. Untung tidak ada korban jiwa karena awak kapal sempat melompat ke laut dan diselamatkan nelayan lain,” ujar Yohanes Tumanduk (42), warga lingkungan Bahu yang sering melaut di kawasan tersebut, Rabu (29/10/2025).

Jadi Spot Foto Dadakan

Pasca kejadian, bangkai kapal yang masih terlihat di permukaan menjadi perhatian publik. Banyak warga datang ke tepi pantai hanya untuk mengabadikan momen kapal karam itu. Beberapa di antaranya bahkan terlihat berfoto di atas dermaga atau menggunakan drone untuk mengambil gambar dari udara.

“Awalnya saya ke sini cuma ingin lihat, tapi ternyata bagus juga untuk difoto. Kapalnya miring dengan latar belakang matahari terbenam, jadi kelihatan artistik,” ujar Rina (27), salah satu warga yang datang bersama temannya untuk berfoto sore hari.

Di media sosial, terutama di platform Instagram dan TikTok, sejumlah unggahan dengan tagar #KapalKaramManado dan #TelukManado mulai viral. Banyak netizen menyebut pemandangan kapal karam tersebut mirip dengan adegan film atau lukisan laut klasik.

TNI AL dan Basarnas Amankan Lokasi

Meski fenomena ini menarik perhatian masyarakat, Tim Basarnas Manado dan TNI AL Lantamal VIII tetap memasang garis pembatas di sekitar lokasi kapal karam untuk mencegah warga mendekat terlalu dekat.

“Kami imbau masyarakat agar tidak turun ke area perairan karena masih ada risiko pecahan kayu, serpihan logam, dan kemungkinan bahan bakar yang bocor,” kata Kepala Basarnas Manado, Suharto, saat dikonfirmasi.

Menurutnya, proses evakuasi kapal sedang dikaji bersama pemilik kapal dan pihak KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan). “Kami akan bantu semampunya untuk memastikan bangkai kapal tidak mengganggu jalur pelayaran dan tetap aman bagi lingkungan,” tambahnya.

Teluk Manado
Teluk Manado

Baca juga: Damkar Manado Padamkan Kebakaran Mobil di Dendengan Luar, Kerahkan 14 Petugas

Nelayan Minta Pemerintah Bantu Penarikan Kapal

Pemilik kapal yang diketahui bernama Kapal Bintang Laut mengaku kesulitan mengevakuasi kapalnya karena biayanya cukup besar. Ia berharap pemerintah daerah atau instansi terkait bisa membantu proses penarikan kapal ke darat.

“Kalau pakai alat berat dan ponton, biayanya bisa puluhan juta. Saya hanya nelayan kecil, jadi tidak sanggup sendirian,” kata Daud Marentek (51), pemilik kapal.

Daud menuturkan, meski kapal karam, ia masih bersyukur karena semua awak selamat. Namun, sebagian besar peralatan tangkap dan mesin kapal rusak parah akibat terendam air laut.

Dinas Lingkungan Hidup Pantau Dampak

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado turut meninjau lokasi untuk memastikan tidak ada pencemaran dari bahan bakar atau oli kapal yang tumpah. Kepala DLH Manado, Melda Sondakh, menyatakan bahwa pihaknya sudah mengambil sampel air untuk pemeriksaan laboratorium.

“Hasil awal menunjukkan belum ada indikasi pencemaran serius, tapi kami tetap pantau selama beberapa hari ke depan,” katanya.

DLH juga bekerja sama dengan komunitas pecinta laut dan nelayan untuk mengumpulkan serpihan kayu kapal agar tidak terbawa arus ke area wisata pantai.

Daya Tarik Baru, Tapi Perlu Waspada

Fenomena kapal karam di Teluk Manado ini kini menjadi daya tarik visual tersendiri bagi warga dan wisatawan. Namun, pemerintah kota mengingatkan bahwa keselamatan harus tetap diutamakan.

“Kami tidak melarang orang berfoto, tetapi jangan sampai menimbulkan kerumunan di area berbahaya. Lebih baik ambil foto dari jarak aman,” ujar Kabid Humas Pemkot Manado, Yuli Mangindaan.

Pihaknya menambahkan, apabila kondisi kapal sudah tidak berpotensi mengganggu jalur laut, Pemkot akan mempertimbangkan menjadikannya spot edukasi maritim bagi pelajar dan wisatawan.

Dengan kombinasi antara keindahan visual, kisah di balik peristiwa, dan perhatian publik yang besar, kapal karam di Teluk Manado kini menjadi bukti bagaimana alam dan manusia berinteraksi — sekaligus pengingat pentingnya keselamatan di laut.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.